Pererat Ukhuwah, Persatuan Ulama Malaysia Tinjau Pemulihan Mahad Aly Samudera Pase Pasca-Bencana

BAKTIYA – Hubungan emosional dan solidaritas lintas negara terpancar jelas saat rombongan Persatuan Ulama Malaysia (PUM) menyambangi Dayah Tinggi Islam Samudera Pase atau Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) Baktiya, Jumat (9/1). Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian ulama mancanegara terhadap institusi pendidikan di Aceh yang sedang berbenah pasca-musibah banjir dan longsor.

Dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal PUM, Prof. Dr. Mohd Roslan Mohd. Nor, rombongan melihat dari dekat kondisi infrastruktur kampus yang terdampak. Kehadiran tokoh pendidikan dari negeri jiran ini tidak hanya sekadar peninjauan fisik, namun membawa misi dukungan moral yang besar bagi seluruh civitas akademika di tengah masa pemulihan.

“Pemulihan lembaga pendidikan seperti ini memerlukan sinergi dan dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya lokal tetapi juga internasional,” ungkap Prof. Mohd Roslan di sela-sela kunjungannya. Beliau didampingi oleh Ustaz Mohd. Azmi Bin Walang dan Ustaz Syahir Husaini Bin Mohd. Roslan, serta jajaran akademisi dari UIN Ar-Raniry dan tokoh pendidikan dari Lhokseumawe.

Bagi pimpinan Dayah Samudera Pase, Dr. Tgk. H. Ajidar Matsyah, Lc., MA., kunjungan ini memiliki makna emosional yang mendalam. Sebagai Presiden Keluarga Alumni Universiti Malaya (KAUM) Aceh, beliau merasa terharu atas perhatian yang diberikan oleh rekan sejawat dari Malaysia.

“Kunjungan ini adalah penyemangat luar biasa bagi kami untuk bangkit kembali. Sebagai alumni Universiti Malaya, kehadiran saudara-saudara dari Malaysia secara langsung di lokasi bencana memberikan kekuatan moral yang sangat berarti,” tutur Tgk. Ajidar dengan nada haru.

Dukungan internasional ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan fasilitas belajar di Dayah Samudera Pase dan STIES Baktiya, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama antara ulama Aceh dan Malaysia di masa depan dalam bidang pendidikan dan dakwah.

Pilih berbagi informasi